21 Mei 2010

Kelulusan



ini hari sudah tiba,
penantian duabelas tahun lamanya
enam tahun di sekolah dasar 
enam tahun di sekolah menengah
itu jika kau tak pernah tinggal kelas atau masuk ke kelas percepatan
,

seutas isi amplop menyatakan kita "lulus" kawan,
usai sudah perjalanan sebagai seorang siswa
selanjutnya tak tau akan menjadi apa kita
yang jelas hari ini kita tertawa,
tanpa peduli esok akan ke mana


 

 












putih abu-abu kini menjadi berwarna
tertera tanda tangan rekan seperjuangan
dan sebait kata kenangan
serta harapan dalam hidup yang akan datang.

tak seperti biasa,
kaki
ini terasa berat untuk melangkah pulang,
tertahan oleh suatu hal, dalam
hari yang berlangsung panjang.
bernama perayaan

untuk yang terakhir
kali,
kita mungkin berkumpul
duduk bersama dan berbincang.
setia ditemani minuman dan  sebatang rokok.
usai sudah perjuangan ini, kita menang!

mari lupakan sejenak masa depan
hari ini kita berpesta
dalam canda dan air mata


April '10

Bumi Ganesha '09


bersama kawan-kawan ini
aku serasa hadir
di tengah orang-orang hebat penjuru negeri

mereka,
para pemuda luar biasa
berjuang keras mewujudkan
cita
mereka,
berpeluh payah
lima hari dalam seminggu
bergelut d
engan buku-buku tebal
sesudah itu,
mereka dendamkan kerasnya hidup
di akhir pekan,

mereka,
para perantau dari luar kota
jauh dari orang tua
berkelana meraih
gelar sarjana
menjadi insinyur dan ilmuwan
abad
duapuluhdua

mereka,
para putra terbaik bangsa
mahasiswa terpilih
calon
penyelamat negeri
di pundaknya,
dua ratus
limapuluh juta rakyat menanti

bersama kawan-kawan ini
aku serasa diajari
untuk menjadi orang yang lebih berarti

















B24. April, 30 2010
1.37 am

14 Apr 2010

Ode Buat Ayah

Di ambang senja, lelaki itu di sana. Berdiri tengadah ke arah cakrawala. Jarinya yang gemetar sesekali menyentuh dahi, mengusap peluh tanpa keluh. Aku mengenalnya. Dia yang dengan tangannya mampu meretakkan gunung dan menguras lautan. Berharap menemukan sekeping asa, untuk diberikan kepada istri dan anaknya, bahwa esok, Tuhan masih bermurah hati pada mereka.
Kala senja, lelaki itu masih di sana. Menikmati semburat jingga di cakrawala. Bibirnya yang tipis menebar senyum manis. Aku mengenalnya. Dia yang dengan khusyuknya membaca kalam di setiap malam. Berharap menemukan satu pencerahan, untuk dinasehatkan kepada istri dan anaknya, bahwa kelak, setiap dharma yang tertunaikan pasti akan mendapat balasan.
Di tepi senja, lelaki itu tetap setia di sana. Menanti gelap menyelimuti cakrawala. Kakinya yang lemah sesekali oleng menahan berat tubuh rentanya. Wajah tuanya menyiratkan pengalaman hidup yang bersahaja. Aku mengenalnya. Dia yang telah menanam wujudku di rahim ibu.


8 Apr 2010

Kawan Pulang


Cetho Temple
kawan,
dalam senja berkabut kau pulang
membawa cerita perjalanan panjang
dari setiap mimpi yang tak bertepi

belum usai memang,
masih lama kau akan ada di seberang
masih jauh perjalanan yang kan kau jelang
tapi ini kali waktu kau pulang

rinduku tertuang dalam satu jabatan tangan
tak banyak kita berbincang,
hanya mencoba menggali masa lalu yang hilang.
kita benar-benar hanyut dalam birunya kenangan 

kawan,
aku bahagia kau pulang



Dec, 26 2009

7 Apr 2010

Perpisahan





Kawan-kawan rekan seperantauan masa remaja.
Andaikan aku senja, kalian adalah pelangi
Seiring senantiasa saling menghiasi
Hari demi hari…

Hari ini kita musti melalang lagi
melanjutkan perjalanan yang tak terlihat bertepi
dalam mewujudkan mimpi yang tertunda,
Kehidupan selalu seperti itu,
ada yang datang, ada yang pergi

Sekolah, kamar kosan,
buku pelajaran, kopi, rokok, gitar, malam
pada semuanya tergores 
manisnya sebuah kenangan

Kini sepi segera terlukis dalam muram
tapi hidup terus berjalan
men
gejar mimpi hingga ke tepian
seperti yang kalian bilang
,
"dalam hidup memang harus
selalu ada yang dilepaskan"

terlalu kias kehadiranmu esok nanti
terbias angkuhnya jarak dan waktu
atau aku masih belum siap merindu bayangmu
ku rasa aku hanya tak suka dengan perpisahan




















14-7-2009