8 Mar 2010

Hitam

Dua hari belakangan ini aku agak tak enak badan. Entah apa yang terjadi dg diriku sendiri, aku tak tau. Mungkin bayang-bayang pekerjaan yang menumpuk serta keputusan penting dalam hidup yang harus ku pilih membuatku agak gundah, apalagi semua itu menuntutku untuk segera mengeksekusinya seiring waktu  yang menghimpit.
Malam dinihari tadi, aku sempat menyebar beberapa poster di sudut-sudut Kota Bandung selatan, sebagai salah satu tugas divisi publikasi dalam acara change. Dua jam lebih selepas pergantian hari angin malam semilir menyapaku yang sedang melankolik di setiap jalan-jalan yang terlintas. Lampu-lampu kota yang semayup redup mengidentitaskan keadaan jiwaku malam itu. Sementara, kebisuan yang ku landa terkadang pecah sesekali jika Pandu mengajakku bicara soal masalah kuliah yang kami jalani. Ku nikmati suasana tengah malam di Kota ini, jalanan begitu sepi, berbeda dengan apa yang terjadi di siang hari di mana semua seakan-akan memotretkan kebengisan hidup yang berpadu dengan panasnya sengatan mentari dan deru mesin-mesin. Di persimpangan, tak sedikit pelacur yang ku lihat sedang menjajakkan diri. Ku kira itu bukan dosa, karena keadaan memang mau tak mau menuntut mereka untuk menjadi seperti itu. Aku sendiri ingin lebih dekat dengan mereka, berbicara tentang hidup dan cintanya, yang mungkin juga tersayat antara naluri dan keadaan, sama dengan apa yang ku alami, sesaat setelah ku tahu orang yang selama ini ku cintai dan tak pernah ku dapatkan akhirnya tiada lagi sendiri.

(a diary, March 6 2010)

13 Feb 2010

Terasing



Bagai ombak yang terdampar di pantai kehidupan. Terkirimlah aku  dalam keterasingan. Sementara gelombang pecah di tepian karang. Nada-nada kehidupan masih terdengar sumbang. Sekian waktu aku termangu. Melamutkan segala rindu pada masa lalu. Bayang-bayang yang ku kenal terasa makin jauh. Hingga ku sadari,  diri ini sendiri.

Agustus, 2009,

5 Feb 2010

Boeat Repoeblik Napsu

Entah masih berapakah hari tersisa yang masih bisa kita lewati. Malam ini ku coba untuk tak kutitihkan air mata, mengenang perjalanan waktu yang semakin berlalu. Kebersamaan itu telah bermuara ke dalam telaga jiwa, berpadu dalam kenangan dan harapan hidup menuju ke depan.

Dulu kita hampir selalu bersama mewarnai hari bercerita tentang idealisme dalam kehidupan yang semakin membiru. Hanya berharap, semoga semua akan tetap abadi dalam diri kita masing-masing. Rasanya kita memang tak punya banyak prasasti, kecuali apa-apa yang masih kita simpan di hati untuk saat ini dan nanti.

Tak terasa sebuah masa begitu cepat terarungi, dan kita semua telah menyelesaikan ini. Kehidupan selanjutnya telah menanti di depan. Kawan-kawan baru akan segera datang. Dan agaknya kita akan sedikit lupa akan masa lalu.


 (27 Juni 2009)

8 Nov 2009

Ujung Perjalanan



Tiba kita pada ujung sebuah perjalanan

Kehidupan berawal tanpa rencana
kita hanya bisa menyusuri sampai tepi
Dan
pulang kembali dalam ketiadaan yang sepi

Ada kalanya tanpa sadar
jiwa kita terengut
terjerumus dalam bayang-bayang kesemuan
sampai jiwa kita begitu rapuh

Sesalkan apa yang harus disesalkan
Namun semua terlanjur terjadi
Dan kita telah sampai di ujung perjalanan ini
Bersandar pada senja yang akan segera beranjak petang
dan membiarkan lewat begitu saja,
Waktu-waktu yang
datang dan pergi tanpa pernah mengucap salam

Takdir yang akan menjawab segala tanya dalam kehidupan
Apakah kita akan mengubah apa yang telah digariskan
Atau hanya bisa pasrah pada nasib dan keadaan,   

Tiba kita pada akhir sebuah perjalanan
terkadang semua harapan tak akan jadi kenyataan


Jogja, September 2009

7 Nov 2009

The Meaning of .T!


Istilah ini sebenarnya muncul sekitar 2 tahun yang lalu, kiranya waktu awal tahun 2008. Pertama kali dicetuskan oleh Riris, kemudian laksana jamur di musim penghujan para pengikut setia monster babi (Riris Fans Communty) seperti Pongo, Basuki, Ahim, TPP, bahkan sekarang Segawon terlihat kerap menggunakannya dalam kosakata bahasa tulis. Disinyalir, kata ini diperoleh Riris dari teman-temannya (Anak-anak SMA 5, STM Manahan dll. Seperti Istanto, Panji cs).

gw sendiri pada mulanya tidak tau maksud dari istilah ini, bahkan saking “enggak tahunya”, gw dulu sering menggunakannya pada orang-orang baik dan orang-orang sekitar yang gw cintai. Baru kemudian selang beberapa bulan (cukup lama) pada akhirnya gw tau maksudnya setelah Pongo memberi tau artinya.

Dan tahukah kalian maksud dari .T! itu? .T! adalah Lonthe (pelacur). Istilah ini dipakai sebagai ungkapan emosi kepada orang yang diajak komunikasi karena beberapa hal yang membuat salah satu pihak dikesalkan. Meski bahasanya kasar dan cenderung tak sopan, tetapi karena katanya tercover dengan bagus, istilah ini menjadi sebuah kelucuan tersendiri sekaligus melambangkankan suatu symbol tersendiri bagi Fans setia Mr. Riris (monster naga berkepala babi).

Sebuah karya kreativ anak bangsa, yang tidak patut dicontoh.ckck